Choirul Huda dan Pesepakbola Nasional yang Wafat di Lapangan

Choirul Huda dan Pesepakbola Nasional yang Wafat di Lapangan

Berita Bola – Duka kembali melanda Dunia Sepakbola Nasional kita, pada laga lanjutan Liga 1  yang mempertemukan Persela Lamongan melawan Semen Padang, Minggu (15/10/2017) sore.

Choirul Huda (38), penjaga gawang Persela Lamongan mengalami benturan dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues, terlihat jelas dalam tayangan ulang sang kiper mengalami tabrakan keras di bagian dada dan rahang bawah. Sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr. Soegiri, Lamongan, pada akhirnya nyawa Huda tidak dapat terselamatkan. Menurut diagnosa dokter, penyebab kematian Choirul Huda adalah gagal jantung dan gagal pernafasan.

 

Sebelum kejadian tragis yang menimpa pria kelahiran Lamongan 2 Juni 1979, telah tercatat setidaknya ada 4 pemain yang meregang nyawa ketika merumput di Liga Indonesia, sebuah catatan kelam yang tidak kita harapkan untuk terulang :

Eri Irianto
Choirul Huda dan Pesepakbola Nasional yang Wafat di Lapangan

Nasib tragis menghampiri Eri Irianto dalam laga Persebaya kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 November, 3 April 2000. Benturan fatal dengan pemain PSIM, Samson Kinga membuat Eri pingsan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit, malam harinya pemain Persebaya ini harus menghembuskan nafas terakhir akibat gagal jantung.

Kepergian Eri yang sekaligus merupakan Ikon Persebaya pada waktu itu, membuat tim Baju Ijo memensiunkan nomor punggung 19 milik Eri Irianto.

Sekou Camara

Choirul Huda dan Pesepakbola Nasional yang Wafat di Lapangan

Sekou Kamara meninggal dunia akibat serangan jantung pada sesi latihan Pelita Bandung Raya (PBR), 27 Juli 2013. Tim medis PBR sempat melarikan pemain asal Mali itu ke rumah sakit, namun sayang nyawanya tidak tertolong. “Selama jalan, Big Brother,” demikian tulis tim media PBR merespons kepergian Kamara. PBR ikut membantu penuntasan dokumen dan kepulangan Kamara ke negara asalnya Mali.

Akli Fairuz

Choirul Huda dan Pesepakbola Nasional yang Wafat di Lapangan

Insiden Akli Fairuz meninggalkan jejak hitam dalam dunia sepak bola tanah air, dalam pertandingan lanjutan Divisi Utama Persiraja melawan PSAP Sigli, 10 Mei 2014. Tendangan brutal dari penjaga gawang Agus Rohman, menghujam ke bagian kanan perut Akli, mengakibatkan kebocoran usus yang tidak dapat diselamatkan oleh tim dokter RS Zaenal Abidin, Banda Aceh.
Media Spanyol, Marca sempat menuliskan pada salah satu artikelnya “Una Brutal Patada Acab Con La Vida De Un Jugador En Indonesia” (Tendangan Brutal Membunuh Pemain Sepakbola Indonesia)

Jumadi Abdi

Choirul Huda dan Pesepakbola Nasional yang Wafat di Lapangan

Satu lagi tendangan “Brutal” di Liga Indonesia, kali ini menimpa pemain PKT Bontang Jumadi Abdi. Pada pertandingan Indonesia Super League yang mempertemukan PKT Bontang vs Persela Lamongan, ditengah perebutan bola, Denny Tarkas menghujam Abdi dengan tendangan pada bagian perut, membuat sang pemain terkapar seketika. Sempat mendapatkan perawatan medis 9 hari dan menjalani operasi, namun nyawa Jumadi Abdi tidak mampu tertolong lagi, Ia meninggal pada 15 Maret 2009.

Pastikan anda menggunakan SPBO Livescore untuk memantau perubahan hasil pertandingan di setiap menitnya.